Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Maret 2016

Tips Upgrade dan Modif Drum Elektrik Yamaha DTX400K / DTX450K

Tips Upgrade dan Modif Drum Elektrik Yamaha DTX400K / DTX450K

Drum Elektrik Yamaha DTX400K adalah drum elektrik paling entry level saat ini di jajaran Drum elektrik DTX yamaha. Untuk seri 400, Resminya yamaha mengeluarkan 3 varian, DTX400K, DTX430K dan DTX450K, Tapi yang ada di pasaran indonesia hanya 2 tipe, DTX400K dan DTX450K, dimana perbedaannya terletak pada Kick pad bass Drum, snare pad dan hihat control.
Dengan harga yang relatif rendah dan fitur USB Midi-Out yang memungkinkan untuk ekspansi suara menggunakan software VST membuat Drum DTX400K ini cukup banyak peminat di indonesia. Namun tentunya dengan harga yang rendah, ada cukup banyak fitur fitur yang terbatas, yang seiring dengan berjalan waktu, kadang pemilik drum DTX400K ini menjadi tidak puas dengan keterbatasan tersebut. Namun sebelum menelantarkannya ada baiknya mempertimbangkan untuk mengupgrade part partnya. Kesulitan utamanya adalah part part drum elektrik tidak selalu ready stok di jual di pasaran.
 
1. Upgrade Bass Drum untuk DTX400K
Kekurangan utama pada Yamaha DTX400K adalah Kick untuk bass drum yang berupa tanpa real pedal.
Dampaknya feel kicknya jadi jauh berbeda dengan drum akustik. Jadi modif yang bisa dilakukan adalah dengan mengganti komponen KU100 Silent Kick Unit nya dengan KickPad+Pedal. KickPad yang dapat digunakan adalah Yamaha KP65, KickPad ini kualitasnya cukup baik dan permukaannya cukup lebar untuk menampung dual pedal. KP65 juga digunakan sebagai kickpad default pada seri DTX yang lebih tinggi seperti DTX450, DTX5xx dan DTX7xx series.
Silent Kick Unit KU100
Silent Kick Unit KU100
KP65 + Pedal
KP65 + Pedal

Setelah mengganti dengan KP65, silent kick unit nya tetap bisa dimanfaatkan dengan menjadikannya sebagai pedal kedua. Caranya dengan mmenghubungkan KU100 nya ke port PAD-IN yang ada di KP65 atau menggunakan Y-Cable pada port Kick di module DTX400. Setelah itu lakukan setting sensitivity dan sound pada module dtx400 supaya suara yang dihasilkan dari trigger KU100 tersebut adalah suara bass drum.
 
2. Upgrade Snare Pad pada DTX400K dan DTX450K
Snare Pad yang ada pada yamaha DTX400 adalah snarepad single zone, sehingga tidak dapat menghasilkan suara open rim/closed rim shot , seperti pada drum akustik.
Berhubung module DTX400 support untuk 3-zone snare, upgrade yang bisa dilakukan adalah mengganti snarepad yang ada dengan 3-zone pad. Bisa menggunakan Yamaha TP70S, pad 3-zone berukuran 7.5inch yang terbuat dari rubber/karet seperti yang digunakan pada DTX450, atau menggunakan Yamaha XP80, Pad 3-zone berukuran 8 inch yang terbuat dari TCS (Textured Cellular Silicone). Kalau punya dana lebih, sebaiknya menggunakan Snare dari pad berbahan TCS seperti XP80. Bouncenya yang realistik memudahkan untuk memainkan pukulan dengan ghost note. selain itu pukulannya terasa lebih empuk sehingga tangan tidak cepat sakit.


XP8- Snare 3 zone 8 Inch TCS Pad
XP8- Snare 3 zone 8 Inch TCS Pad
TP70S Snare 3 zone 7,5 Inch Rubber Pad
TP70S Snare 3 zone 7,5 Inch Rubber Pad
Ada 3 bahan yang umum digunakan untuk PAD drum elektrik:
– Karet (keras dan bounce kurang) digunakan pada Yamaha/Roland Seri entry level.
– TCS (Bounce realistik, seperti pada drum akustik) digunakan pada yamaha seri mid-high level
– Mesh Pad (Bounce realistik, tapi banyak yang berpendapat bouncenya terlalu over, tidak sebaik TCS), digunakan pada Roland seri mid-high level.
 
3. Tambah Cymbal/tom pada DTX400K dan DTX450K
Port untuk pad/cymbal tambahan pada KP65
Port untuk pad/cymbal tambahan pada KP65

Module DTX400 mensupport untuk penambahan hanya satu alat saja, bisa cymbal atau tom pad atau kick single zone. Port untuk penambahannya pada modul menjadi satu dengan port kick, jadi harus menggunakan Y-Cable, atau jika sudah menggunakan KP65 sebagai kickpad, bisa menyambungkan alat tambahannya ke port PAD-IN yang tersedia di bagian belakang KP65.
Untuk penambahan cymbal, bisa menggunakan PCY90AT (10 inch single zone cymbal). Atau bisa juga pakai cymbal 3 zone seperti PCY100 atau PCY135(13 inch 3 zone cymbal), dengan catatan bahwa keuntungan menggunakan PCY135 hanya di bagian cymbalnya yang lebih besar dibanding pcy90AT namun cymbalnya hanya akan berjalan seperti halnya PCY90AT (single zone cymbal saja), pukulan di bagian cup/bow/edge akan menghasilkan suara yang sama, karena modulenya tidak support cymbal 3 zone.
Membuat Y-Cable sendiri menggunakan kabel RCA to 35mm TRS
Membuat Y-Cable sendiri menggunakan kabel RCA to 35mm TRS

Penggunaan PCY90AT bisa lebih ekonomis dibandingkan PCY135 jika memang tidak ada rencana untuk ganti drumset dalam jangka waktu lama. Tapi jika kedepannya kemungkinan drumset akan dijual dan diganti ke seri yang lebih tinggi, penggunaan PCY135 bisa menjadi lebih ekonomis, karena pcy135 nya dapat tetap di simpan untuk digunakan sebagai cymbal 3 zone ekstra pada seri yang lebih tinggi.
Untuk penambahan tom pad, bisa menggunakan pad model bawaan default seri DTX400/450 (7.5 inch rubber pad single zone, tanpa sistem clamp), atau bisa menggunakan pad TP70 (7.5 inch rubber pad single zone), atau XP70 (7 inch TCS PAD Single Zone), cara konektivitasnya sama seperti penambahan cymbal di atas.
catatan: defaultnya untuk penambahan pad pada dtx400, suara yang keluar adalah suara crash cymbal. Langkah selanjutnya, setting modulenya pada masing masing preset kit, sesuaikan sensitivity dan suara apa yang ingin di hasilkan dari pad tsb (cymbal/tom/bass drum/perkusi).
 
4. Upgrade Remote Hi-Hat pedal pada DTX400K.
HH65 - Advanced Hi-Hat Controller Pedal
HH65 – Advanced Hi-Hat Controller Pedal

Pedal Hi-hat yang digunakan pada DTX400K, berbeda jika dibandingkan dengan pedal hihat pada DTX450 atau seri diatasnya. Pedal pada 400k mensupport untuk menghasilkan bunyi open hihat dan closed hi-hat, tapi tidak ada transisi halus antara open dan closed hi-hat. Untuk menghasilkan transisi suara open-halfopen-closed hi-hat yang lebih halus, ganti remote hi-hat pedalnya dengan HH65 seperti yang digunakan di seri DTX450K atau seri diatasnya.

Disadur dari : Artech

Selasa, 01 Maret 2016

Tips Memilih Gitar Elektrik Bagi Pemula

Tips Memilih Gitar Elektrik Bagi Pemula


Ya, sesuai dengan judul diatas, saat ini memang semakin banyak pilihan bagi gitaris untuk memperoleh gitar yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya, baik dilihat dari segi kualitas keseluruhan, karakter tone, bentuk model, sampai tingkat kemampuan finansial sang gitaris.

Untuk para pemula yang mungkin masih merasa sedikit bingung bagaimana mencari gitar elektrik yang sesuai dengan keinginan, kebutuhan dan style bermainnya, disini blog adiksigitar akan memberikan sedikit tips untuk mengatasinya, so.. be ready.

Here they comes :

Pemilihan Jenis Body

Pada dasarnya ada 3 jenis body yang bisa kamu pilih saat membeli gitar elektrik yang baru. Ketiganya memiliki karakternya masing-masing, jadi pastikan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan gaya permainanmu :


Solid Body
Solid body adalah salah satu jenis body yang sangat mudah ditemui di berbagai toko gitar, pada dasarnya body kayu yang utuh/solid akan memberikan tingkat sustain yang baik dan dapat meminimalisir feedback. Cocok untuk musik rock dan metal dengan solo yang meraung tinggi dan sustain yang panjang.

Semi Hollow Body
Jenis ini dapat memberikan sedikit nuansa akustik pada tone nya, lebih warm ketimbang solid body,  nuansanya woody, dan masih dapat mendukung output yang cukup besar sebelum masuk ke zona feedback. Maka dari itu banyak pula musisi rock dan rockabily yang menggunakan body gitar jenis ini. Karakter soundnya sangat khas dan frekuensi middle yang sedikit terdongkrak.

Hollow Body
Hampir seperti gitar akustik hanya saja menggunakan pickup, biasanya digunakan oleh gitaris jazz, sering menimbulkan feedback apabila tingkat volume dinaikkan. Gitar dengan body jenis ini tingkat sustain nadanya cenderung lebih rendah apabila dibandingkan dengan kedua jenis diatas.

NB : Jadi sesuaikan dengan style, karakter dan gaya permainanmu.


Pemilihan Jenis Pickups

Ini salah satu part yang sangat menunjang tone seorang gitaris dan lebih banyak gitaris yang berani mengupgrade pickup nya demi mendapatkan tone yang sesuai dengan keinginannya. Pada dasarnya ada 3 tipe pickup gitar elektrik :

Single Coil
Karakter twanky a la Stratocaster dan Telecaster, salah satu jenis pickup yang sangat sesuai dengan musik blues. Sound clean yang bright serta overdrive yang sangat khas. Jangan lupa pickup jenis ini biasanya humming.

Humbucker
Double single coil yang disatukan. Dapat menghilangkan humming serta output yang terdongkrak apabila dibandingkan dengan jenis yang lain. Ketika dimainkan dengan distorsi akan menghadirkan tone yang warm dan sangat cocok dengan musik rock, punk ataupun metal.

P90/Soapbar
Pada dasarnya pickup jenis ini adalah single coil yang diperkuat dengan gulungan koil yang lebih banyak, sehingga menghasilkan karakter dan output diantara single coil standar dan humbucker. Lebih warm dari single coil tetapi tidak lebih warm dari humbucker.

Bagaimana dengan pickup aktif? mungkin kamu bertanya-tanya tentang jenis pickup tersebut, nah untuk membantu menentukannya kami akan membahasnya pada artikel lain.

Pemilihan Jenis Bridge
Basically, ada 2 jenis bridge (penyanggah senar di body) yang beredar di dunia gitar yaitu fixed bridge dan tremolo (dengan whammy bar/updown). Pemilihan bridge dapat disesuaikan dengan karakter bermain kamu, apakah kamu lebih suka bermain bending, dive bombs, elephant sound dsb (tremolo-whammy bar) ataukah kamu lebih suka bermain natural (fixed bridge).

Satu hal yang dipercaya banyak gitaris adalah fixed bridge dapat memberikan sustain yang lebih panjang dan tuning yang lebih akurat apabila dibandingkan dengan gitar yang menggunakan tremolo (whammy bar/updown).

Apa itu Pickup Humbucker?

APA ITU "HUMBUCKER" ?

A Humbucking pickup ato biasa disebut "Humbucker" oleh para gitaris, adalah salah satu bentuk pickup / sepull gitar elektrik yang terdiri dari 2 buah coil sekaligus/nempel.

Hum : Noise / interference 
Bucker : Cancelling 
Dalam bahasa yg gampang, humbucker adalah sebuah pickup gitar yang dapat menghilangkan/mengurangi noise yang biasa muncul di pickup single coil. Sumber-sumber "Hum" di pickup single coil dapat terdengar dan muncul dimana saja, dan darimana saja ,seperti dari Amplifier dengan power yang besar/power amp, prosesor, efek pedal, mixer, kabel dsb.

Nahh,,,klo dibandingkan dengan single coil, pickup humbucker dapat mengurangi hum secara signifikan dan dapat mengCreate output yg lebih besar (suara lebih besar, tone yang khas dan berkarakter).

Saat ini banyak sekali pabrikan2 pickup berlomba-lomba menciptakan Humbucker, setelah pertama kali ditemukan dan sukses di tahun 1959 oleh Seth Lover dengan type PAF dan digunakan di gitar merek Gibson, dengan berbagai kelebihan/kekurangan dan karakternya.

Google/Prototype Gibson Humbucker ,Desain Oleh Seth Lover 1959

Saat ini semakin banyak perusahaan yang menciptakan pickup humbucker dan cukup populer dikalangan gitaris, seperti pabrikan Dimarzio, Seymour Duncan, EMG, BareKnuckle Pickups, Kent Armstrong Pickups (jarang sekali gitaris yang memakai ini di Indonesia) Dsb.

Google/Dimarzio
Google/EMG

Google/Ilustrasi



Google/Ilustrasi








Pabrikan-pabrikan tersebut biasanya membuat pickup humbucker dengan bekerja sama dengan gitaris terkenal untuk dapat menciptakan humbucker dengan kualitas baik, sesuai keinginan si gitaris dengan karakter2 sound yg unik satu dengan yg lainnya.

Contoh humbucker dan gitaris yang menggunakannya : 

Dimarzio : Randy Rhoads (Super Distortion, PAF) Jerry Garcia (SDS-1, Super 2, Dual Sound) Jason Becker (PAF Pro, HS-2, Tone Zone) Joe Satriani (PAF Joe, PAF Pro, FRED, Mo' Joe, Pro Track) John 5 (D Activator Bridge, D Activator Neck), Kurt Cobain (Super Distortion).

Seymour Duncan : Dave Mustaine (Live Wire) Dimebag Darrel ( Dimebucker)
Invader ( SynYster Gates) Kurt Cobain (JB Model).

EMG : Zakk Wylde


Berbagai macam model dan design humbucker juga telah tersedia di pasaran saat ini, seperti :


  • Open Humbucker (common model), 
Google/Ilustrasi
  • Rail model humbucker (seperti QuadRail)

Google/Ilustrasi








  • Gibson Style (menggunakan cover)

Google/Ilustrasi





 

 

Untuk Rangkaian, pickup Humbucker dapat di wiring/diinstal dengan berbagai cara dengan karakternya masing2, contoh:

SERI 
Ini cara yg paling banyak/popular dikalangan gitaris, benar2 bekerja sebagai humbucker dengan karakter yang tebal dan output yang besar dan pastinya Hum Cancelling, tapi banyak juga yg menyebutkan tone menjadi tumpul, outputnya biasa sekitar 14k - 20k.

PARALLEL
Masing2 coil bekerja sendiri2, seperti menggunakan 2 buah pickup single coil dengan karakter yang crunch dan renyah, tone tajam, output tidak sebesar SERI, kurang lebih seperti karakter sound strat.

COIL TAP
Ini merupakan opsi/feature yang biasanya sdh terinstal di beberapa type gitar. Cara ini hanya mengaktifkan salah satu coil dalam sebuah humbucker , dengan karakter yang sama dengan single coil dan output yang cenderung kecil.

Well guys,, itu tadi sedikit mengulas tentang HUMBUCKER,

siapa tau bisa jadi referensi buat anda gitaris yang pengen beralih menjadi humbucker player atau hanya sekedar ingin mencari karakter lain dari Humbucker anda.

Semoga bermanfaat.
Disadur dari : http://adiksigitar.blogspot.co.id

Apa itu Floyd Rose Tremolo Pada Gitar Elektrik?

Apa itu Floyd Rose Tremolo Pada Gitar Elektrik?

FLOYD ROSE STYLE TREMOLO INFORMATION

 
 


Kali ini kita akan membahas sedikit informasi buat anda yang merasa pusing 7 keliling untuk menset up gitar elektrik dengan bridge floating FLOYD ROSE style.

Memang, kalo dibandingkan dengan model bridge yang biasa, floating bridge sangat membutuhkan perhatian ekstra untuk mensettingnya supaya enak digenjreng, tidak kekencengan senarnya, atau terlalu kendor, tidak ketinggian, atau kependekan jarak senar ke fretboard, pokoknya bisa memperbaiki playability.
Dan biasanya masalah muncul ketika anda memutuskan untuk mengganti senar.

So,,this is the information about it :



FLOYD ROSE ORIGINAL TREMOLO - STRING CHANGING INSTRUCTIONS
 
Step 1:
Unlock the three clamps at the nut with the 3mm allen wrench provided with the guitar or bridge.

Step 2:
Set the fine-tuners on the bridge to the middle of there tuning range.

Step 3:
Change one string at a time (starting at either E string) by first loosening the string and unclamping it at the saddle with the 3mm allen wrench.

Step 4:
Cut the ball end off the replacement string with a pair of wire cutters.

Step 5:
Place the freshly cut string end into the center of the saddle and tighten the clamping screw until it is difficult to turn.

Step 6:
Thread the other end of the string under its nut clamp and under the string hold down bar, then to the tuning key and tune the string. [Pull on the string until it is tight around the tuning key and retune.]

Step 7:
Repeat 2 through 5 until all strings are replaced.

Step 8:
Check your tuning on all strings once again.

Step 9:
Re-clamp the three nut clamps.

Step 10:
Check your tuning once again making any adjustments this time with your fine-tuners only.




FLOYD ROSE ORIGINAL TREMOLO - STRING TUNING INSTRUCTIONS
 
Tuning your Floyd Rose bridge is certainly a tricky business when the bridge is floating. This is because the total tension of the strings must balance the total tension of the tremolo springs with the base plate of the bridge parallel to the face of the guitar and with the strings tuned to the desired pitch. So, follow these steps and and it will start to make sense.

Step 1:
Loosen the three string clamps at the nut

Step 2:
Set your fine tuner screws on the bridge to the middle of their adjustment range.

Step 3:
Tune the strings to your desired pitch (this can be drop tuning, open tuning, or standard pitch, the procedure is the same for any tuning) with an electronic tuner starting with the low ‘E’.

Step 4:
When you have finished tuning all of the strings, check the tuning on the low ‘E’ again. If the low ‘E’ is now flat, re-tune the strings starting again with the low ‘E’ but this time tune the E, A, D, G, and B strings a little bit sharp, then the high ‘E’ to pitch. If the low ‘E’ is sharp, re-tune as just described only tuning the first five strings a little flat. You must tune the strings a little sharp or flat to get to your tuning because every time you change the tension (or pitch) of one string, the other strings change pitch in the opposite direction.

Step 5:
Repeat step 4 until all the strings are at the desired pitch.

Step 6:
When the strings are at the desired pitch, check to see if the bridge base plate is sitting parallel with the top surface of the guitar. If the base plate is tilted forward away from the body, you must tighten the tremolo springs tension by turning the spring claw screws clockwise and repeat step 4. If the base plate is tilted back toward the body, you must loosen the tremolo springs tension by turning the spring claw screws counterclockwise and repeat step 4. [Step 6 only needs to be done on initial setup of the bridge or if you change to another gauge of strings or change to a different tuning.]

Step 7:
When the bridge is sitting parallel to the face of the guitar and the strings are tuned to the desired pitch, re-clamp the three nut clamps and re-tune (if necessary) once again using only the fine tuners.

Step 8:
When tuning is complete, check the action of the strings off the neck. If your action is to high or to low, adjust the action with the two rocker screws (bridge pivot screws) using the 3mm Allen wrench. This adjustment will slightly change your tuning. If your fine tuners run out of range you must repeat steps 1 through 7.



 
FLOYD ROSE ORIGINAL TREMOLO - INTONATING YOUR BRIDGE
 
[note - before intonating your bridge you must tune your guitar using the tuning instructions above]
Check the intonation:

Step 1:
Tune all the strings on your guitar to an electronic tuner with all the nut clamps released.

Step 2:
Determine if the intonation of the string you wish to change is sharp or flat by chiming the string directly over the 12th and checking the tuning. Then, carefully press the string down to the 12th fret and check the tuning again with the string fretted. If the fretted note is flat when compared to the chimed note, then the saddle must be moved toward the nut until the chimed note and the fretted note match. If the fretted note is sharp when compared to the chimed note the saddle must be moved away from the nut until the chimed and fretted notes match.

To move the saddle:

Step 1:
Once you have determined which direction (toward or away from the nut) to move the saddle, loosen the string until it is limp.

Step 2:
Loosen the attachment screw holding the saddle to the bridge plate while holding the saddle in place. Move the saddle in the desired direction a small amount (about 1/16in on the first adjustment and your best guess on subsequent adjustments) and re-tighten the screw. [Note: If the saddle will not move forward because it is resting against the attachment screw, you can move the screw to the next hole forward on the bridge plate. This will give you more adjustment range. Also, if you need to move the saddle away from the nut to a position where the attachment screw can no longer clamp the saddle firmly, you can move the screw to the next hole back on the bridge plate.]

Step 3:
Re-tune the string and check the intonation again using the procedure outlined above (check the intonation).

Step 4:
Repeat this cycle until each string is properly intonated.
When you’re finished with the intonation procedure re-tighten the nut clamps. This will not change your intonation setting.

 
FLOYD ROSE ORIGINAL TREMOLO - CHANGING TO A DIFFERENT GAUGE STRING SET
 
To change to a heavier gauge of strings you need to tighten the springs, reset the intonation, and possibly adjust the truss rod tension. If your not accustomed to working on guitars you may want to take your guitar to a qualified guitar repairman who is familiar with Floyd Rose systems. But if you want to try it, here’s what you do...

To change to a heavier gauge of strings:

Step 1:
Replace all your strings with the heavier gauge strings and tune the guitar to an electronic tuner
(leave the nut clamps un-clamped).

Step 2:
Check to see if the base plate is parallel with the body.

Step 3:
If the base plate seems to be tilting up away from the body, increase the spring tension and re-tune.
If the base plate seems to be tilting down closer to the body, decrease the spring tension and retune.

Step 4:
Repeat steps 2 and 3 until the base plate is sitting parallel to the body.
To intonate a Floyd Rose Bridge:

Check the intonation:

Step 1:
Tune all the strings on your guitar to an electronic tuner with all the nut clamps released.

Step 2:
Determine if the intonation of the string you wish to change is sharp or flat by chiming the string directly over the 12th and checking the tuning. Then, carefully press the string down to the 12th fret and check the tuning again with the string fretted. If the fretted note is flat when compared to the chimed note, then the saddle must be moved toward the nut until the chimed note and the fretted note match. If the fretted note is sharp when compared to the chimed note the saddle must be moved away from the nut until the chimed and fretted notes match.

To move the saddle:

Step 1:
Once you have determined which direction (toward or away from the nut) to move the saddle, loosen the
string until it is limp.

Step 2:
Loosen the attachment screw holding the saddle to the bridge plate while holding the saddle in place. Move the saddle in the desired direction a small amount (about 1/16in on the first adjustment and your best guess on subsequent adjustments) and re-tighten the screw.

[Note: If the saddle will not move forward because it is resting against the attachment screw, you can move the screw to the next hole forward on the bridge plate. This will give you more adjustment range. Also, if you need to move the saddle away from the nut to a position where the attachment screw can no longer clamp the saddle firmly, you can move the screw to the next hole back on the bridge plate.]

Step 3:
Re-tune the string and check the intonation again using the procedure outlined above (check the intonation).

Step 4:
Repeat this cycle until each string is properly intonated.

When you’re finished with the intonation procedure re-tighten the nut clamps and re-tune the guitar with the fine tuner screws. This will not change your intonation setting.

Since you are changing to a heavier gauge set of strings you should check the curve of the neck. A perfectly set up guitar will have a slight forward bow in the neck. If your neck has more than a slight forward bow you should tighten the truss rod until the bow is slightly forward. If your neck is perfectly straight or back bowed, you should loosen the truss rod until you get a slight forward bow.

If you make a neck adjustment you may have to re-tune the guitar



 
FLOYD ROSE ORIGINAL TREMOLO - TROUBLESHOOTING TIPS
 
Trouble Shooting the Floyd Rose Tremolo

If your bridge is an Original Floyd Rose, it should function perfectly if properly installed and properly setup. Here are some things you can check that may be adjusted incorrectly or might be damaged.

Step 1:
Check to see if the base plate is sitting parallel with the top surface of the guitar. If it seems to be tilted forward, toward the pickups, then you need to tighten the springs and retune the guitar and check the tilt again. If it is tilted back toward the body of the guitar loosen the springs and retune the guitar. Repeat this procedure until the bridge sits level.

Step 2:
Make sure the nut is attached securely by tightening the nut attachment screws. This is critical for tuning stability.

Step 3:
Make sure the string clamps at the nut and bridge are very tight.

Step 4:
Make sure the saddle intonation screws are tight.

If these things have been done correctly and your bridge still does not come back to the proper pitch when using the tremolo, the knife-edges may be damaged. To check this you must remove the bridge. You can easily remove the bridge with the strings still clamped in the bridge by removing the tremolo springs. [Be sure to hold on to the bridge when removing the springs.] If you don't feel comfortable doing this, take the guitar to a good guitar repairman. Check the knife-edges. They should not be dull or rounded or chipped. If they don't seem sharp you can order a replacement base plate by contacting us here.

The dull knife edge is a rare problem on Floyd Rose Original bridges, but is more common on
licensed bridges. If your bridge says, "Licensed under Floyd Rose Patents" or similar anywhere on it, this is a
licensed bridge, and "not under our quality control." If your bridge is a licensed bridge, you should contact the manufacturer of your guitar for replacement parts.

If your tremolo is "floating" (i.e. you can pull up or push down on the tremolo arm) and you bend a string, the other strings will go slightly flat. This is normal operation. If you don't want this to happen you must block the tremolo so that you can't pull up on it (Edward Van Halen uses his Floyd blocked this way). When the bridge is mounted in this manner it is as stable as a fixed bridge for string bending but the trade off is the loss of subtle vibrato effects. This blocking should be done by a qualified guitar repairman.

Apa Perbedaan Signal Analog dan Digital?

Apa Perbedaan Signal Analog dan Digital?

 
Di era yang serba digital sekarang ini kebanyak dari kita kurang paham apa itu analog dan digital? Mungkin, kita hanya tau namanya saja. Perangkat elektronik audio seperti, efek gitar, kibord synthesizer, audio interface, mixer dan lainnya tidak begitu kita pahami mana yang digital dan mana yang analog.Oleh karena itu, alangkah baiknya mulai sekarang kita mulai memahaminya, agar nantinya bisa mengoperasikan perangkat elektronik audio yang kita punya menjadi lebih maksimal dan tepat guna. Dari berbagai sumber yang didapatkan berikut kami paparkan beberapa perbedaan, keunggulan dan kekurangan antara analog dan digital.

 

Signal Analog

Synthesizer Analog
Efek Gitar Analog



Sinyal data dalam bentuk gelombang yang kontinyu, yang membawa informasi dengan mengubah karakteristik gelombangnya. Analog dihasilkan dengan variasi di tekanan udara suara asli. Variasi tekanan udara diubah terlebih dahulu (oleh transduser semisal mikropon) ke listrik sinyal. Sistem analog biasanya berperforma lebih baik,  jangkauan transmisi data dapat mencapai jarak yang jauh dan juga suara yang dikeluarkan biasanya sama dengan aslinya. Namun Ketidaksempurnaan peralatan analog ialah, sering munculnya ganguan suara seperti noise, distorsi dan sebagainya.
 
Gambar Signal Analog

 

 

 

Signal Digital

 
Efek Gitar Digital
 
Synthesizer Digital




Merupakan hasil teknologi yang dapat mengubah signal menjadi kombinasi urutan bilangan 0 dan 1 (juga dengan biner), sehingga tidak mudah terpengaruh oleh derau, proses informasinya pun mudah, cepat dan akurat, tetapi transmisi dengan sinyal digital hanya mencapai jarak jangkau pengiriman data yang relatif dekat. Kebanyakan perangkat elektronik audio yang mengunakan sistem digital seperti efek digital, piano digital, mixer digital merupakan bentuk sampling (salinan/rekaman) dari sistem analog yang kemudian di code-kan dalam bentuk biner (atau Hexa). Keistimewaan dari signal digital adalah mampu mengirimkan informasi dengan kecepatan cahaya yang dapat membuat informasi dapat dikirim dengan kecepatan tinggi dan juga kecilnya kemungkinan terjadinya gangguan seperti noise, distorsi dan sebagainya. Namun kekuranganya ialah biasanya berperforma kurang baik dari analog, suaranya tidak sama dengan suara asli.

 
Gambar Signal Digital
 

Beberapa ahli berpendapat rekaman digital saat ini memiliki kualitas suara yang lebih kasar dibandingkan rekaman analog. kendati demikian, seiring kemajuan teknologi di bidang audio, banyak juga ahli berpendapat bahwa rekaman audio digital yang dibuat dan diputar menggunakan alat berteknologi maju akan mampu menghasilkan suara yang sama baiknya dengan rekaman audio analog.

Disadur dari : forum-musik-digital.blogspot.co.id